IKHLAS
SEJARAH BATU MERAH
Batumerah berasal dari tiga negeri yakni ;
1.
Ahusen
2.
Uritetu
3.
Amantelu.
Negeri
Ahusen dahulu bertempat di Bere-bere bekas hotel Negara, Negeri Uritetu di Kota
Victoria, dan Negeri Amantelu di belakang Negeri Halong, semasa penjajahan
dahulu yaitu sekitar tahun 1600 mereka bertempat tinggal di Batumerah, jadi
Negeri Batumerah suda ada jauh sebelum tahun 1600, pada saat itu mereka
bergabung menjadi satu dalamrangka pembentukan Kota Ambon dan Benteng Victoria,
kenyataan atau bukti bahwa Batumerah merupakan Negeri Asli dan bukan pendatang
yaitu Batumerah ada mempunyai sifat-sifat atau batas-batas petuanan Negeri yang
dibuat pada masa Prof. Ranpis antara
lain adalah;
a.
Sifat dengan Negeri Halong yaitu Kali Way Ruhu
b.
Sifat dengan Negeri Rutong Hutumuri yaitu Nani
Cap
c.
Sifat dengan Negeri ema yaitu dengan Batu Bulan
d.
Sifat dengan Negeri Amahusu yaitu Batu
Capeo/Kali Mati.
Rumah
– rumah Tau yang ada di Negeri Batumerah antara lain ;
1.
Warang;
2.
Hatala;
3.
Lisaholet;
4.
Waliulu;
5.
Lebeharia;
6.
Masawoy;
7.
Hunsouw;
8.
Suku;
9.
Tuhutelu;
10.
Lantang;
11.
Tahalua;
12.
Ehi;
13.
Makatita;
14.
Lata;
15.
Mamang;
16.
Nurlette.
Dari
eman belas (16) Rumah Tau tersebut sebahagian telah lenyap dikarenakan
keturunan dari mereka tidak ada lagi dan tertinggal hanyalah:
1.
Hatala;
2.
Lisaholet;
3.
Waliulu;
4.
Lebeharia;
5.
Masawoy;
6.
Hunsouw;
7.
Suku;
8.
Tahalua;
9.
Mamang;
10.
Nurlette
Dari
Rumah – rumah Tau tersebut masing-masing memiliki Teon-teon dan Upu, yakni ;
1.
Hatala Teon
Fololatu Upu Lessy
2.
Lisaholet Teon
Koipatti Upu Tuni
3.
Waliulu Teon
Nanulatu Upu Seu
4.
Lebeharia Teon
Pololatu Upu Tora
5.
Masawoy Teon
Pololattu Upu Woa
6.
Hunsouw Teon
Polorun Upu Posi
7.
Suku Teon
Uluputi Upu Waja
8.
Tahalua Teon
Sakapiri Upu Muhu
9.
Mamang Teon
Nanulatu Upu Pika
10.
Nurlette Teon
Porola Upu Wai
Adapun
moyang-moyang dari mereka masing-masing;
1.
Moyang dari Hatala ada dua KULIPA dan SAFARI
2.
Moyang dari Lisaholet ada dua AWALINARALA dan HATULAPA
3.
Moyang dari waliulu MARAHADJI
4.
Moyang dari Lebeharia HEHAHUSA
5.
Moyang dari Masawoy WAHIDI TALIMA
6.
Moyang dari Hunsouw ISHAKA
7.
Moyang dari Suku Uluputi
8.
Moyang dari Tahalua HAKIR NANIPESSI
9.
Moyang dari Mamang HAJARUDIN
10.
Moyang dari Nurlette Alfaris Buang Bessi
Bukti
Sejarah bahwa Negeri Batumerah suda ada jauh sebelum tahun 1600 adalah dengan
adanya peninggalan Masjid Agung An-Nur yang didirikan pada tahun 1575, adapun
bukti-bukti sejarah bahwa Negeri Batumerah bukan Negeri Pendatang adalah
sejarah Pela Batumerah Passo dimana sebelum Portugis hadir di Maluku, Kerajaan
Sultan Ternate berhasil menguasai Maluku, Irian bahkan sampai ke Fhilipina.
Sultan
Ternate mengeluarkan Instruksi atau Surat Perintah kepada Negeri-Negeri yang
dikuasainya untuk membayar Upeti (pajak)
ke Ternate setiap Tahun. Pada Tahun 1506 berangkatlah dua buah kora-kora
(belang) ke Ternate yaitu Kora-kora Passo mewakili Patalima dan Kora-kora
Batumerah mewakili Patasiwa.
Sekembali
dari Ternate di laut Pulau Buru, angin bertiup dengan kencang dan ombak besar
sili berganti, hinga Kora-kora Passo mendapat musibah tenggelam.
Sayup-sayup
diantara badai dan gelombang, terdengar suara minta tolonmg, pada saat itu
Kora-kora Batumerah berada jauh dibelakang Kora-kora Passo, seketika itu
Kora-kora Batumerah tanpa ada perintah langsung mendayung Kora-koranya dengan
kecepatan dan merapat untuk menolong Kora-kora yang tenggelam, kemudian dibawa
merapat ke tepi pantai Pulau Buru dekat sebuah tanjung yang sekarang disebut
sebagai Tanjung Pela. Setibanya di tepi pantai, tagalaya (tempat makan) yang
tersisa hanyalah milik Batumerah lalu dibuka dan duduk makan bersama, Sagu
salempeng dipata dua, Ikan saekor dibagi dua, Kelapa sabuah dibelah dua.
Sehabis
makan, orang-orang Passo yang telah ditolong, tanpa dipaksa dengan suara
lantang dan air mata berlinang berkata “Wahai saudara-saudara orang Batumerah,
kamong su tolong katong,apakah katong bias angkat kamong sebagai Pela Kakak ?,
dengan suara spontan dari orang-orang Batumerah menjawab dengan penuh kasih,
Bisa dan katong kamong sebagai Pela Adik”.
Dari
perkataan itupula mereka pun sama-sama bersumpah, untuk mengabdikan sumpah
mereka itu agar nantinya kekal selamanya, mereka membalik sebuah batu karang
yang ada di Tanjung tepi pantai tersebut lalu jari jemari mereka semua berdarah dan jari jemari yang berdarah itu
disatukan dan mereka melakukan perjanjian suci yakni ;
·
Orang Passo dan Orang Batumerah tidak boleh baku
kawin;
·
Orang Passo dan orang Batumerah tidak boleh baku
musuh;
·
Orang Passo dan orang Batumerah harus tolong
menolong satu sama lain.
Perjanjian
yang sakral, agung dan mulia itu dipelihara dan dilestarikan oleh Datuk-datuk
Nenek Moyang Passo dan Batumerah sampai turun temurun, dari generasi ke
generasi, sampai genersai sekarang.
Komentar
Posting Komentar